Fenomena pergeseran ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor. Wilayah perbukitan dan daerah aliran sungai menjadi zona rentan yang membutuhkan kesiapsiagaan penuh dari pemerintah daerah setempat maupun masyarakat.
BMKG mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia untuk memantau dinamika cuaca secara berkala melalui saluran resmi dan memperbarui informasi peringatan dini. Langkah mitigasi mandiri, mulai dari pembersihan saluran air hingga penataan lingkungan sekitar, dinilai krusial untuk menekan potensi kerugian dan korban jiwa akibat dampak cuaca ekstrem ini. (Yan AS)



















