”Kalau lahan atau pohon teh untuk dipetik terus berkurang, otomatis penghasilan kami juga turun drastis. Makanya ketika penyerobotan lahan marak, kami sangat sedih dan marah,” kata Andri.
Para buruh mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dan menindak tegas pihak yang bertanggung jawab atas perusakan aset negara tersebut. Di balik batang-batang teh yang tumbang, puluhan keluarga kini cemas menatap hari esok tanpa kepastian dapur yang tetap ngebul. ***





















