Peserta berdatangan dari berbagai penjuru Jawa Barat, seperti Sumedang, Pangandaran, hingga Bandung.
Di saat bersamaan, digelar Kontes Ternak khusus peternak lokal Garut yang diikuti 170 ekor ternak. Kategori yang dilombakan mencakup Raja Petet Non Poel (59 ekor), Raja Petet Satu Pasang Poel (55 ekor), Raja Calon Pejantan atau Raja Kasep (33 ekor), Ratu Bibit (15 ekor), dan Raja Pedaging (8 ekor).
”Untuk kontes ternak diselenggarakan lokal peternak Garut. Namun untuk SKDG sifatnya terbuka, peserta datang dari berbagai wilayah,” ujar Asep.
Melejitkan Harga Jual Ternak
Dukungan anggaran daerah menjadi kunci keberlanjutan event tahunan ini. Asep mengungkapkan, kontes ternak sempat terancam batal akibat efisiensi anggaran pemerintah daerah sebelum akhirnya terealisasi atas komitmen Bupati.
Bagi para peternak, eksistensi kompetisi ini hidup-mati nilai tawar ternak mereka. Tanpa panggung kompetisi, harga domba unggulan akan merosot tajam.
”Domba kategori Raja Kasep harganya bisa menembus Rp250 juta hingga Rp300 juta. Kalau fisik dan ketangkasannya sangat bagus, kemarin ada yang terjual sampai Rp400 juta. Tanpa ada event seperti ini, harga domba tidak akan naik,” kata Asep.
Rangkaian Kontes Ternak lokal telah dirampungkan pada Sabtu, sementara laga ketangkasan SKDG Kelas A dan B berlanjut hingga Minggu, 13 September 2026. ***























