Di balik trofi Adibahasa 2026, rekam jejak kerja taktis Jabar terbentang nyata. Pemprov memeluncurkan serangkaian program terukur, di antaranya menerbitkan 100 judul buku terjemahan dwibahasa, menggalakkan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), serta membina 50 lembaga dan 92 komunitas literasi.
Paling menonjol adalah program Tunas Bahasa Ibu yang melibatkan ratusan pelajar di 27 kabupaten/kota.
Seluruh ikhtiar itu memiliki fondasi struktural yang kokoh. Jabar menjadi salah satu daerah yang memiliki payung hukum progresif melalui Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jabar Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah. Regulasi ini memastikan kebijakan pelestarian budaya lokal berjalan sistematis dari tahun ke tahun.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi tersebut. Menurutnya, anugerah Adibahasa merupakan bentuk pengakuan negara atas kerja sunyi yang dirintis bertahun-tahun.
”Penghargaan yang Bapak dan Ibu peroleh bukan sesuatu yang instan, tetapi menunjukkan bagaimana dedikasi, komitmen, dan kontribusi Bapak dan Ibu sekalian, sebagai pribadi dan sebagai lembaga,” pungkas Abdul Mu’ti. (Yan AS)





















