Menu

Otomatis

Daerah

Siswi SMP Korban Perundungan di Garut Masuk Rumah Aman, UPTD PPA Dalami Trauma

badge-check

Petugas UPTD PPA Garut melakukan asesmen pemulihan trauma terhadap anak korban perundungan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Perbesar

Petugas UPTD PPA Garut melakukan asesmen pemulihan trauma terhadap anak korban perundungan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

ARUSJABAR.COM — Seorang siswi SMP korban perundungan di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini menjalani pemulihan di Rumah Aman. UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Garut melakukan asesmen untuk mengukur dampak kekerasan terhadap kondisi psikologis dan fisiknya.

Kasus ini mencuat setelah video penganiayaan terhadap dua siswi SMP beredar luas di media sosial. Dalam video itu, korban terlihat mengalami kekerasan yang dilakukan sejumlah siswi lain. Polisi kemudian turun tangan dan memeriksa tujuh siswi yang diduga terlibat serta sejumlah saksi.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Garut, Yayan Waryana, mengatakan asesmen menjadi tahap penting untuk menentukan kebutuhan pemulihan korban.

“Berdasarkan penanganan awal, direkomendasikan korban mendapatkan asesmen psikologis oleh tenaga profesional melalui UPTD PPA,” kata Yayan, Ahad, 13 September 2026.

UPTD PPA, kata Yayan, telah mendapat instruksi untuk segera menangani korban. Pendampingan diberikan karena korban mengalami perundungan secara lisan dan fisik oleh teman sebaya yang juga masih berstatus pelajar SMP.

Korban saat ini berada di Rumah Aman. Di tempat tersebut, tim psikolog dan tenaga medis memantau kondisi korban. Asesmen dilakukan untuk melihat perkembangan psikologis, kondisi fisik, tingkat trauma, serta tekanan yang mungkin muncul setelah kekerasan.

“Korban memperoleh pendampingan psikososial sesuai hasil asesmen,” ujar Yayan.

Kekerasan fisik yang dialami korban juga menyebabkan rasa sakit di sejumlah bagian tubuh. Pemerintah daerah menyiapkan layanan kesehatan hingga kondisi korban dinilai pulih secara fisik dan mental.

Namun penanganan tidak hanya menyasar korban. UPTD PPA juga akan melakukan asesmen terhadap anak yang diduga menjadi pelaku. Langkah tersebut dilakukan karena pihak yang terlibat dalam perkara sama-sama masih di bawah umur.

“Ada nanti setelah korban, korban dan pelaku sama-sama anak, sehingga perlu pendampingan,” kata Yayan.

Pendekatan itu membuat penanganan perkara tidak hanya berfokus pada tindakan kekerasan yang terjadi. Kondisi anak yang menjadi korban maupun anak yang diduga sebagai pelaku juga menjadi perhatian.

Di sisi korban, pemerintah memastikan aspek keselamatan dan keberlanjutan pendidikan tidak terabaikan. Pemulihan trauma menjadi bagian penting agar korban dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan tanpa terus dibayangi kekerasan yang dialaminya.

Kasus tersebut kini juga ditangani Polres Garut. Polisi telah meminta keterangan dari tujuh siswi dan sejumlah saksi untuk kepentingan penyelidikan. Video aksi kekerasan yang tersebar di media sosial membuat perkara ini mendapat perhatian luas.

Bupati Garut turut menyatakan keprihatinan atas peristiwa tersebut.

Yayan mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan korban. Penanganan akan disesuaikan dengan hasil asesmen dan diarahkan untuk mencegah kekerasan kembali terjadi.

“Penanganan akan mengacu pada hasil asesmen dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, keselamatan korban, pemulihan kondisi fisik dan psikologis, keberlanjutan pendidikan, serta pencegahan terjadinya kekerasan kembali,” kata Yayan.

Kasus Sukawening menjadi pengingat bahwa perundungan di lingkungan sekolah dapat meninggalkan dampak lebih jauh daripada luka fisik. Ketika kekerasan melibatkan anak, pemulihan korban dan pendampingan terhadap anak yang diduga sebagai pelaku sama-sama membutuhkan penanganan profesional.

Kini, selain proses hukum yang berjalan, perhatian diarahkan pada satu hal: memastikan korban pulih dan dapat kembali melanjutkan pendidikannya dengan aman. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sensasi Ekonomi Ketangkasan Domba Garut, dari Laga Tradisi ke Angka Ratusan Juta

12 Sep 2026 - 14:28 WIB

Sensasi Ekonomi Ketangkasan Domba Garut, dari Laga Tradisi ke Angka Ratusan Juta
Trending di Daerah